Senin, 29 November 2010

Ass.wr.wb..
Alhamdullah bisa posting lagi neh, tadi da temen nanyain gmana sih caranya biar aplikasi yang kita buat bisa ngikut ma resolusi layar kita, umpama kita buat aplikasi dilaptop yang resolusinya gede, trus pas di jalankan di komputer yang resolusinya lebih kecil berakibat form yang kita buat sedemikian indahnya kan jadi ke potong, pokoknya gak bagus dah...
terus ta coba2 tanya ma om google alhamdullah ketemu walaupun mesti perbaiki koding lagi sih, yang penting ta sederhanakan dan bisa dimengerti ma temen2 dah...!!



OK, sebelum kita mulai belajar kita doa dulu dah, kalo perlu pakek cemilan juga boleh. ("bik kopinya 1 yaaa") ^_^ Temen2 bisa ikutin langkah dibawah ini :
  1. Buat Sebuah Aplikasi baru.
  2. Di dalam form ntu temen-temen bisa masukkan beberapa komponen seperti label, edit, button, combobox atau yang lainnya.
  3. Setelah desain form yang kita buat jadi. di layar codingnya atau unitnya copi s\codding dibawah ini.

    procedure ubahukuran(Formnya: TForm; panjang, lebar: LongInt) ;
    begin
    with Formnya do
    Begin
    Scaled := True;
    AutoScroll := False;
    Position := poScreenCenter;
    Font.Name := 'Comic Sans MS';
    if (Screen.Width <> panjang) then
    begin
    Height:=LongInt(Formnya.Height)*LongInt(Screen.Height)div lebar;
    Width:=LongInt(Formnya.Width)*LongInt(Screen.Width)div panjang;
    ScaleBy(Screen.Width,panjang);
    end;
    end;
    end;


  4. Setelah itu di Form Create atau form shownya, temen-temen tambahkan perintah untuk memanggil prosedur yang diatas dengan perintah " ubahukuran(Form1, 400, 320) ; ". dmana "Form 1" ntu nama formnya, "400" ntu panjang formnya dan yang "300" ntu untuk lebarnya.
  5. Kalo sudah selesai, Aplikasi temen-temen bisa dijalankan.
  6. Berikut coding lengkapnya. Selamat Mencoba. key...!! (dot_exe)
var
Form1: TForm1;
implementation
{$R *.dfm}


procedure ubahukuran(Formnya: TForm; panjang, lebar: LongInt) ;
begin
with Formnya do
Begin
Scaled := True;
AutoScroll := False;
Position := poScreenCenter;
Font.Name := 'Comic Sans MS';
if (Screen.Width <> panjang) then
begin
Height:=LongInt(Formnya.Height) * LongInt(Screen.Height)div lebar;
Width:=LongInt(Formnya.Width) * LongInt(Screen.Width)div panjang;
ScaleBy(Screen.Width,panjang);
end;
end;
end;

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
ubahukuran(Form1, 400, 320) ;
end;

procedure TForm1.Button3Click(Sender: TObject);
begin

Application.Terminate;

end;



Kamis, 28 Oktober 2010

Ass.wr.wb para blogger...!!!
Pagi yang cerah dengan segudang pekerjaan menumpung, ketimbang kepala jadi sasaran kusut mending cari refresing pakek blog neh mumpung udah lama gk aktif. heheheheeeeeeee...!!!
tapi mo posting apa yaaaa...???

jadi bingung, temen2 da masukan gak mau posting tenang apa neh biar bisa saling shar gitu ceritanya neh...????
kasi komentar yah...!!!!

Oya untuk Materi dan contoh program ane dah posting yang terbaru, silahkan temen2 bisa download.key..!!

Rabu, 08 September 2010

Ass. wr.wb...
Hari ini tanggal 8 september, jadi 2 hari lagi lebaran deh..
ane cuman mo ngucapin buat temen2 blogger and temen2 ane dimanapun dirimu berada anda kalo da salah kata, tulisan, pesan yang gk dibalas, janji yang belom ditepatin and prilaku yang kurang berkenan dihati temen2 ane mohon maaf lahir yah biar ntr lebaran kita sama-sama jadi bersih and NOL yah..


andris faesal and keluarga ngicapin Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1431 H. Mohon maaf lahir batin yah..

Kamis, 26 Agustus 2010

Ass.wr.wb...
Puasa yang indah, buat ngelupain lapernya mending ngeblog dulu neh...
kemarenan da temen yang nanya, bagai mana sih cara menginstal MS SQL, neh kebetulan kemaren ane ingintal ulang ne CQ, jd semua programnya ilang trus perlu diintal lagi. waktu mo ngistal MS SQL baru kepikiran mo buat tutorial ngistalnya. di print scrint aja semuanya and hasilnya jadilah ne tutorial..

Oke, sebelum kita mulai baca doa dulu dah, trs sediakan master MS SQL anda, pada contoh ini saya pakek Microsoft SQL Server 2000, kalo temen2 punya versi diatasnya juga boleh. sapa tau boleh mintak juga. heheheee....

okey kalo sudah, siap master Microsoft SQL Server 2000 nya, langkah yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut ne :




  1. Klik file setupnya (nama filenya "setupsql.exe").
  2. Klik Tombol NEXT


  3. Pilih Local Komputer (karena komputer ini yag akan kita gunakan sebagai servernya) lalu tekan NEXT.



  4. Pilih "Create a New Instance of SQL Server or Instal Clien Tools" lalu tekan NEXT.




  1. Isi kan Name dan Company Anda. lalu tekan tombol NEXT.


  1. Selelah itu tekan tombol YES.





  2. Selanjutnya isikan Serial Numbernya lalu tekan tombol NEXT.





  3. Pilih Server and Clien Tools, maksudnya agar komputer kita selain bisa sebagai server bisa juga sebagai Client. lalu tekan tombol NEXT.



  4. Centang "Default" lalu tekan tombol NEXT.



  5. Pilih tempat penyimpanan file system dan file databasenya lalu tekan tombol NEXT.




  6. untuk selajutnya isikan Username, Password dan Domain, kalo mau diatur belakangan juga bisa tinggal dipilih "Use the Local System account" atau sesuai username system pada komputer kita. lalu tekan tombol NEXT.






  7. selanjutnya telan NEXT untuk proses Installnya.




  8. Tekan tombol FINISH untuk mengakhirinya.


Gimana, mudah kan...????
Semoga bermanfaat buat temen2, InsyAllah materi selanjutnya bakaln nyusul lagi..


Kamis, 05 Agustus 2010

Assalmualaekum....

Pagi-pagi bikin perut laper neh, sambil nunggu waktu makan ngeblog boleh juga neh, ^_^

berhubung sekarang musim windows 7, jadi banyak orang-orang pindah ke windows 7 juga. tapi masalahnya sekarang banyak temen2 delphier yang masih makek delphi 7 terkendala karena "kok delphi 7 gk bisa diinstall di win 7 yaaa...???"
melalui tulisan saya ini kita akan mengatasi gmana caranya biar delphi 7 bisa jalan di windows 7.
Okey sebelum kita mulai alangkah baeknya kita berdoa dulu deh sambil minum kopi sisa tadi malem juga boleh..!!!!! ^_^


Cara Instalasinya

  • Pastikan anda install delphi pakek account anda yang Administrator (supaya bisa ngistall maskudnya)
  • Install program Delphi 7 Anda. kalo yang belum punya bisa didownload disini
  • Setelah selesai instalasi coba jalankan Delphi 7, pasti nemuin pesan error nyuruh ngubah nama file delphi32.$$$ jadi delphi32.dro di lokasi /program files/delphi directories . dan da debug yang perlu dirubah juga.
  • Jadi masalahnya sebenarnya ada disini karena terlalu proteksinya maka directory Delphi juga ikut terproteksi.

Cara Perbaikinya:

  1. Pastikan menjalankan perintah ini menggunakan administrator.
  2. Buka properties directory pada c:/program files/borland. ato drive sistem anda.
  3. Pada Tab awal hilangkan tanda cek pada Read-only attribute kemudian klik tombol Apply untuk mengaplikasikan perintah.
  4. Buka tab securitynya
  5. Berilah hak full akses untuk users yang anda pakai untuk directory c:/program files/borland.

Sekarang Delphi anda siap digunakan,

Semoga bermanfaat buat temen2 yah...^_^

sebagian isinya saya kutip di : http://wa2n.staff.uns.ac.id


Jumat, 16 Juli 2010

Ass. meton...
Pagi2 dah cuap-cuap lagi neh di blogger (dari pada cuap2 ditempe laen kan..!! ^_^), pagi ne da seminar dikampus tapi lebih enak blogger dah, pagi ne aku mo bagi ilmu gmana cara menjalankan aminamasi gambar berextensi *.GIF di delphi, biasanya kan kita pakek flash (ShockwaveFlash, kapan2 aku bahas juga deh yang ne, sabar yah).



Disini aku mau kasi tau gmana cara memasukkan gambar berextensi *.gif, kalo biasanya pada delphi hanya bisa mengeload gambar jpg, bmp, dll..
Syarat buat memasukkan gambar berextensi *.gif yaitu terlebih dahulu dengan menambahkan komponen gif (GIFImage.pas), kalo mau komponen GIFImage.pas bisa disini

Jika sudah mendownload komponen GIFImage.pas diatas, anda terlebih dahulu menginstall komponen tersebut, jika blom tau caranya baca di cara menginstal-komponen, Jika sudah Anda biasa langsung gunakan TImage untuk memasukkan gambar, disana sudah tersedia extensi *.gif, caranya sama dengan menggunakan gambar *.jpg atau *.bmp.
Selamat mencoba.key...
Jika ada kesalahan bisa langsung sharring dah.. ^_^

Kamis, 08 Juli 2010

SQL Server 2000 dirancang untuk mendukung proses perkembangan dari perangkat sistem besar, yang dibangun dalam arsitektur Windows DNA, yang membagi pemrosesan unit dari suatu sistem pemrosesan data server 3 tiers. Seperangkat SQL Server 2000 Federated Database Servers dapat membentuk data services tier dari web site paling besar yang ada. Adanya distributed partitioned views (pembagian views secara terdistribusi) memungkinkan sekumpulan federated database server menjalankan SQL Server 2000 untuk mendukung pemrosesan beban yang dilakukan oleh sebuah scaled-out, multi-tiered Windows 2000 cluster.

Sebuah teknologi roadmap baru dimulai dengan adanya peluncuran Microsoft windows 2000 dan Microsoft SQL serverTH 2000, yang menggabungkan industri sistem operasi paling modern dengan sistem database architectures. Salah satu hasil terbaik dari record benchmark yang dilakukan oleh Microsoft, dicapai untuk Transaction Processing Council’s TPC-C standard OLTP benchmark, dimana pengukuran aplikasi dilakukan dengan membagi beban kerja pada setiap server. Penggunaan pendekatan ini untuk pertama kali, akan memungkinkan pelanggan membangun sebuah aplikasi dengan level scalability dan availabity tertinggi yang belum pernah ada sebelumnya dan merupakan pendahulu dari implementasi lengkap shared-nothing clustering.



Dimensi Baru: Scaling-Out
Windows 2000 telah membuat perluasan penggunaan software scale out untuk middle tier application server dan web server. Software scale-out memungkinkan suatu perkerjaan dipartisi atau dibagi pada beberapa independent server yang ada. Pada windows 2000, windows network load balancing services dan windows component load balancing service menyediakan software scale-out untuk web dan aplikasi tiers secara respective. Dengan SQL Server 2000, pelanggan dapat mengambil keuntungan dari software scale-out yaitu adanya headroom yang hampir tidak terbatas untuk aplikasi e-commerce.
Kunci keuntungan software scale-out adalah kemampuannya dalam meningkatkan sistem scalability yang sederhana, yaitu dengan menambah server. Seiring dengan perkembangan SMP system, node tunggal seringkali menghadapi rintangan yang terjadi akibat mengecilnya diminishing return dan mahalnya harga hardware. SMP server juga tidak selalu mempunyai kapasitas untuk menambah processor atau memory. Dalam kasus ini satu server harus diberhentikan dan digantikan dengan sistem yang lebih mahal yang mempunyai tambahan kapasitas yang dibutuhkan. Lebih jauh lagi, ada batasan pada jumlah kapasitas yang disediakan oleh SMP server terbesar sekalipun.
Scaling-out memberikan solusi dari rintangan ini dengan membagi beban kerja dan database pada node-node SMP atau cluster. Pembagian bersifat transparan untuk aplikasi, dan database diprogram dan diatur sebagai sebuah entity tunggal. Dengan software scale-out, penambahan scalability dengan memberi tambahan server pada sebuah database cluster, lebih dari baik daripada menggantikan sistem yang lama dengan sistem baru yang lebih besar dan lebih mahal.
Keuntungan lain yang penting yang digunakan oleh scale-out pada database tier adalah aplikasi yang transparan. Sekumpulan server bersama-sama untuk membuat satu kesatuan view dari data yang dibagi. Aplikasi tidak perlu mengetahui pada server mana data berada: lokasi data bersifat transparan untuk aplikasi. Transparansi dari aplikasi yang lengkap ini disediakan dengan menggunakan sebuah feature baru yang disebut distributed partitioned views.
Bentuk software scale-out yang lebih advance adalah shared-nothing clustering. Yaitu penambahan kemampuan scaling dengan menambah server dan transparansi dari aplikasi, shared-nothing clustering menawarkan sebuah kesatuan sistem image dan kesatuan manajemen. Pada SQL server 2000, microsoft tidak mengimplementasikan shared-nothing clustering sepenuhnya. Sistem tidak menyediakan sebuah kesatuan sistem image atau kesatuan manajemen. Masing-masing server diberi hak untuk mengatur secara bebas.

Headroom untuk Aplikasi E-commerce
Partisi Scale-Out pada aplikasi e-commerce dikhususkan untuk mempersiapkan pertumbuhan di masa yang akan datang. Pada scenario scale-up satu atau beberapa SMP server dapat dijalankan untuk memberikan jumlah nilai scalabilitas yang benar. Sejalan dengan waktu, penambahan SMP servers dapat dilakukan sekali waktu dan tanpa membuang perangkat yang berharga.

Achieving High Availability
Software Scale-out dapat digunakan bersama dengan Microsoft Cluster Services pada Microsoft Windows NT Server 4.0 dan Windows 2000 untuk medapatkan scalability dan high availability. Microsoft Cluster Services bekerja dengan menyediakan failover berupa satu atau beberapa server jika terjadi kegagalan pada sebuah server atau maintenance. Dengan SQL Server 2000 dan Windows 2000 Datacenter Server, failover dapat bekerja dalam sebuah konfigurasi sampai dengan 4 server dalam sebuah cluster.
Dengan SQL Server 2000 yang diinstall dalam sebuah failover cluster, masing-masing server mengatur sebuah partisi dari database aplikasi. Setiap instansi dari SQL Server dapat dibuat sebagai virtual server yang meneruskan untuk memberikan layanan meskipun jika node sumbernya sedang offline, karena kesalahan hardware atau perawatan sistem. Untuk mendapatkan feature ini, SQL Server database ditempatkan pada shared SCSI disks yang diakses pada beberapa server dalam failover cluster. Jika satu server rusak, salah satu dari server-server yang lain akan mengambil alih kepemilikan disks dan merestart database service pada node baru. Restart ini akan memperbaiki SQL Server database dan mulai menerima client connection. Dari pihak client sendiri, client secara otomatis akan melakukan koneksi ulang ke virtual server pada saat server utama gagal. Microsoft Cluster Service mengijinkan perpindahan nama virtual server dan alamat IP antar node, sehingga client tidak menyadari perpindahan server tersebut.
SQL Server failover bersifat otomatis secara keseluruhan. Proses mendeteksi dan memperbaiki failure dapat dilakukan kurang dari satu menit. Meskipun demikian tetap tergantung dari aplikasi dan query yang sedang aktif pada saat terjadinya failure sistem. Ketika sebuah node yang fail diperbaiki, dia akan melakukan restart dan menjadi sebuah backup server yang baru. Jika diinginkan, server yang menjalankan SQL Server juga dapat kembali menjadi original server jika telah diperbaiki.


Gambar 1. Symmetric Virtual Server

Dalam Shared-nothing clustering, tiap server dalam cluster menangani prosesor, memory, storage, record locks dan transaksi yang terpisah dan melakukan koordinasi dengan server lain melalui jaringan dengan menggunakan high speed, low-latency interconnect technology seperti Compaq ServerNet II dan Giganet cLAN.
Berlawanan dengan shared-nothing Clustering archietectures, shared-disk clustering architectures, seperti Oracle Parallel Server, yang menggunakan server-server independent dan berbagi sebuah sistem penyimpanan tunggal. Setiap server mempunyai prosesor dan memori sendiri, tetapi berbagi disk resources. Untuk berbagi disk resources ini semua server harus menggunakan sebuah coordinated lock manager, yang menjamin bahwa proses yang berjalan pada server yang berbeda tidak mencoba melakukan update data pada waktu yang sama. Lock manager menambahkan sejumlah proses khusus pada sistem yang membatasi potensi scalability. Jarang ada sebuah shared-disk cluster yang mendukung lebih dari 6 node. Implementasi utama dari shared-disk clustering adalah bukan untuk scalability. Shared-disk clustering ini diimplementasikan untuk availability dimana hanya sebuah node yang digunakan untuk memproses dan menambah node cadangan sebagai failover node.

Microsoft SQL Server 2000 distributed partitioned views
Microsoft SQL Server 2000 distributed partitioned views adalah kumpulan perluasan dari feature-feature SQL Server yang mendukung transparansi, partisi horizontal dari data yang melewati beberapa database server. Meskipun server-server database bekerja sama dalam mengatur partisi data, tetapi mereka beroperasi autonomous. Setiap server diatur terpisah, mempunyai operational rules yang terpisah dan dapat mendukung data dan prosesnya sendiri. Autonomous server ini dikenal sebagai federated servers. SQL Server 2000 dirancang untuk mendukung kebutuhan yang terus berkembang dari sistem besar yang dibangun dengan Windows DNA Architecture yang membagi proses unit dari sebuah system pemrosesan data menjadi:
  • User services tier, yang menghadirkan interface yang dapat dilihat oleh user, dan typically memanggil second tier untuk bussines logic processing.
  • Business services tier, berisi business logic yang mengontrol operasi dari web site, dan menggunakan penyimpan data yang ada yang disediakan oleh third tier.
  • Data Service tier, yang menyimpan data yang ada yang diperlukan untuk menjalankan Web site.
Overall performance dari federated server akan meningkat jika mereka beroperasi dalam sebuah high-throughput system area network (SAN), seperti yang disediakan oleh Compag ServerNet II.


Gambar 2. Windows DNA processing unit tiers

Distributed partitioned views mengijinkan sekumpulan dari federated database servers menjalankan SQL Server 2000 untuk mendukung pemrosesan beban yang dilakukan oleh scaled-out, multi-tiered windows 2000 cluster dan dapat melakukan partisi data secara horizontal melewati federated database servers pada saat ia sedang menyiapkan kapasitas performance dari sebuah load balanced database cluster.
Mempartisi sebuah table secara horizontal dengan membagi sebuah table menjadi beberapa table yang lebih kecil dikenal sebagai member table. Setiap member table mempunyai format dan sifat yang sama seperti table asli, bedanya hanya jumlah baris. Setiap table di tempatkan pada file atau server yang berbeda untuk memperluas proses load melewati resources. Contohnya sebuah perusahaan mendaftarkan ID customer dari 1 sampai 999. Customer table dapat dipartisi menjadi tiga member table, dangan tiap tablenya memiliki interval customer ID yang sama; table 1 mempunyai customer ID 1 sampai 333, table 2 mempunyai customer ID 334 sampai 666; dan table 3 mempunyai customer 667 sampai 999.
Jika tanpa views, partisi horizontal akan memaksa setiap aplikasi untuk mengimplementasikan logic untuk menentukan member table mana yang mempunyai data yang diinginkan oleh user dan secara dinamik membangun SQL statement mereferensikan table-table. Aplikasi akan memerlukan queri kompleks yang digabung dalam member table. Merubah cara member table di partisi akan berpengaruh pada pengkodean aplikasi.
Views menangani masalah ini dengan membuat member table terlihat seperti satu table. SQL UNION operator menggabungkan hasil sets dengan identical format menjadi satu. Karena semua member table mempunyai format yang sama, hasil dari select * statements untuk setiap table mempunyai format yang sama, dan dapat di satukan bersama untuk membentuk sebuah hasil set tunggal yang beroperasi sama dengan table original. Contoh, untuk tabel customers.
Customers view membuat lokasi data menjadi transparan untuk aplikasi. Aplikasi akan merujuk pada view gantinya memutuskan member table mana yang berisi data tersebut. Transparansi memungkinkan database administrator mempartisi kembali table tanpa melakukan recoding pada aplikasi. Pada situasi yang membutuhkan partisi data, maka hanya distributed partitioned view saja yang perlu diupdate, proses lebih sederhana.


Gambar 3. SQL UNION operator

Local partitioned views merujuk pada member-member table yang ada pada satu server. Distributed partitioned views merujuk pada member table pada beberapa server. Sebuah server yang berisi sebuah member table disebut member server.
SQL Server versi 7.0 dan SQL Server 2000 mendukung partitioned views. SQL Server 2000 juga memberikan key features yang memberi kemungkinan views scale out:
  • SQL Server 2000 partitioned views dapat diupdate. Ini penting dalam pembagian data sehingga lokasi data menjadi tranparan terhadap aplikasi. Updatable views mendukung semua sifat dari table asli; nonupdatable views hanya seperti read-only copies.
  • SQL Server 2000 query optimizer mendukung optimasi baru yang meminimalkan jumlah distributed data yang ditranfer. Distributed execution oleh SQL Server 2000 memberikan performance yang baik untuk sekumpulan queries yang besar dari pada yang dilakukan oleh SQL Server versi 7.0.
SQL Server 2000 partitioned views (baik distributed atau local) merupakan pasangan terbaik untuk tipe-tipe dari SQL Statements yang dikerjakan oleh Web sites dan Online Transaction Processing (OLTP) Systems.

Cara Kerja Distributed Partitioned Views
SQL Server 2000 distributed partitioned views menggunakan fungsi distributed query untuk mengembangkan kemampuan dari partitioned views yang melewati beberapa server.
Langkah-langkah untuk melakukan setting distributed partitioned views antara lain:
1. Lakukan partisi horizontal pada sebuah tabel menjadi member tabel yang mempunyai format yang sama dengan aslinya pada server yang terpisah dan mempunyai subset dari baris-baris pada set asli. Rancanglah member table, sehingga setiap table menyimpan sebuah potongan horizontal dari tabel asli berdasarkan interval nilai kunci. Interval di dasarkan pada nilai data dalam partisi kolom. Nilai interval pada setiap member tabel dibuat oleh sebuah CHECK constrain pada partisi kolom, dan interval tidak dapat tumpang tindih. Contohnya, anda tidak boleh mempunyai satu tabel dengan sebuah interval dari 1 sampai 200 dan dengan interval lain dari 150 samapi 300, karena itu akan menyebabkan ketidakjelasan tabel mana yang memuat nilai dari 150 sampai 200. Contoh CHECK constraint dari kolom CustomerID yang pertama adalah:

CustomerID INTEGER PRIMARY KEY CHECK (CustomerID BETWEEN 1 AND 32999),

2. Pada setiap member server, tentukan pendefinisian server terhubung yang digunakan untuk mengirimkan queri yang terdistribusi pada tiap server member yang lain.
3. Pada setiap member server, tentukan sebuah distributed partitioned view yang mengkombinasikan baris-baris dari member table ke dalam sebuah virtual tabel yang bertindak sebagai tabel asli. Setiap view mempunyai nama yang sama. Ini memungkinkan queri merujuk pada distributed partitioned view name untuk dijalankan pada beberapa member server. System beroperasi sebagai sebuah salinan dari tabel asli pada setiap member server, tetapi masing-masing server hanya mempunyai sebuah member tabel dan sebuah distributed partitioned view. Lokasi data menjadi transparan terhadap aplikasi.
Dimanapun sebuah SQL statement merujuk pada sebuah distributed partitioned view, SQL Server 2000 queri optimizer membangun sebuah dynamic query yang menarik data hanya dari member tabel yang berisi data yang dibutuhkan oleh statement.

Membangun Distributed Partitioned Tables and Views

Langkah-langkah untuk membangun sebuah distributed partitioned views:
  • Tambahkan linked server definitions pada masing-masing member server berisi informasi koneksi yang diperlukan untuk menjalankan distributed queri pada member server – member server yang lainnya. Hal ini memberikan sebuah distribusi partitioned view access untuk data pada server-server yang lain.
  • Buatlah sebuah distributed partitioned view pada setiap member server. Views menggunakan distributed SELECT statement untuk mengakses data dari linked member servers dan menggabungkan distributed rows dengan baris-baris dari member tabel local. Jika contoh lokasi tabel adalah Customer_33 pada Server 1, Customer_66 pada Server2 dan Customer_99 pada Server3, maka yang harus dilakukan pada server 1 adalah:
  • Tambahkan sebuah linked server definition dengan nama server2 dengan informasi koneksi untuk server2 dan sebuah linked server definition dengan nama server3 untuk mengakses server3.
  • Buatlah distributed partitioned view berikut:
CREATE VIEW Customers AS SELECT * FROM CompanyDatabase.TableOwner.Customers_33 UNION ALL SELECT * FROM Server2.CompanyDatabase.TableOwner.Customers_66 UNION ALL SELECT * FROM Server3.CompanyDatabase.TableOwner.Customers_99 Perform the same steps on Server2 and Server3.

Bagaimana Query Processor menggunakan Distributed Partitioned Views
Microsoft SQL Server 2000 query processor telah diperluas untuk mengoptimasi performance dari distributed partitioned views. Perluasan yang paling penting adalah meminimumkan jumlah data yang harus dipindahkan antar member server. SQL server 2000 membangun intelligent, dynamic plans yang mengefisiensikan penggunaan distributed queries untuk mengakses data dari remote member tabel. Query processor:
  • Gunakan OLE DB untuk menempatkan definisi CHECK constraint dari tiap member tabel untuk memetakan distribusi dari nilai key member tabel.
  • Bandingkan interval key yang diberikan dalam sebuah SQL statement dengan interval peta dari member tabel, lalu buat sebuah execution plan yang hanya menempatkan remote rows yang diperlukan untuk melengkapi SQL statement. Execution plan juga menunda akses ke remote member tabel sampai semua informasi diperlukan.
Sebagai contoh, anggap query ini dijalankan pada server1:
SELECT * FROM Customers WHERE CustomerID BETWEEN 3200000 AND 3400000

SQL Server 2000 akan mengekstrak baris-baris dengan nilai key dari 3200000 sampai 3299999 dari tabel lokal dan menggunakan sebuah distributed query untuk menempatkan baris-baris dengan nilai key dari 3300000 sampai 3400000 dari server2.
SQL Server 2 query processor dapat juga membangun dynamic logic kedalam query execution plans untuk SQL statements dimana nilai nilai key tidak diketahui. Contohnya:

CREATE PROCEDURE GetCustomer @CustomerIDParameter INT AS SELECT * FROM CompanyDatabase.TableOwner.Customers WHERE CustomerID = @CustomerIDParameter

SQL Server 2000 tidak dapat memprediksi nilai parameter yang akan disediakan pada saat prosedur dijalankan, sehingga query optimizer tidak dapat memprediksi member tabel yang harus diakses. Dalam kasus ini SQL Server membuat sebuah execution plan dengan conditional logic tabel untuk mengontrol member tabel mana yang diakses. Contohnya :

IF @CustomerIDParameter BETWEEN 1 and 3299999 Get row in local table CompanyDatabase.TableOwner.Customer_33 ELSEIF @CustomerIDParameter BETWEEN 3300000 and 6599999 Get row in linked table Server2.CompanyDatabase.TableOwner.Customer_66 ELSEIF @CustomerIDParameter BETWEEN 6600000 and 9999999 Get row in linked table Server3.CompanyDatabase.TableOwner.Customer_99


Merancang system yang memaksimalkan Distributed Partitioned View Performance
Untuk memperoleh high performance, scaled-out system harus menyeimbangkan pemrosesan beban melalui beberapa server pada setiap tier. Federated database tier dapat bekerja maksimal jika aplikasi mengirimkan setiap SQL statement kepada setiap member server yang mempunyai semua data yang diperlukan oleh statement dan pada saat federated system menawarkan transparansi data pada aplikasi tier termasuk logic dalam aplikasi tier untuk data yang tergantung pada routing yang meningkatkan performance.
Partisi paling efektif didapat jika tabel dalam sebuah database dapat dipartisi secara simetris dimana:
  • Data yang berhubungan di tempatkan pada member server yang sama, sehingga rute sebagian besar SQL statements lebih minimal. Tujuan dari distributed partitioned view design dapat ditetapkan dengan peraturan 80/20 : rancang partisi sehingga sebagian besar data paling sedikit 80 persen yang diperlukan SQL statement diperoleh di server, dan sisanya sekitar 20 persen diperoleh pada distributed queries.
  • Data dipartisi secara seragam melewati member server -member server yang ada.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang telah membagi Amerika Utara menjadi daerah regional. Setiap pekerja bekerja dalam satu daerah regional, dan customers membuat sebagian pembelian mereka dalam negara atau propinsi dimana mereka tinggal. Tabel daerah dan tabel pekerja dipartisi sesuai dengan daerah regional. Customer dipartisi diantara daerah regional sesuai negara atau propinsi.
  • Pada saat query-query yang sama memerlukan data dari lebih dari satu daerah regional, data yang diperlukan untuk sebagian query adalah pada server untuk satu daerah regional. Rute aplikasi SQL statements untuk member server berisi daerah regional yang diperolah dari input pengguna.
Untuk data yang kompleks dan partisi simetris sulit dilakukan, maka Asymmetric partitions dapat menyediakan keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
  • Secara langsung meningkatan performance dari sebuah database yang tidak dapat di partisi secara symmetric dengan melakukan partition asymmetric pada beberapa tabel.
  • Mempartisi sebuah sistem yang besar dengan membuat sebuah series of iterative, perluasan dari asymmetric. Tabel yang dipilih untuk dipartisi dalam tiap langkah biasanya adalah tabel yang akan memberikan performance tertinggi pada suatu waktu.
Original server biasanya menyisakan beberapa beberapa tabel yang tidak sesuai dengan skema partisi. Performance dari tabel-tabel yang sisa ini biasanya lebih cepat dari pada original system, karena member tabel – member tabel berpindah ke member server, sehingga mengurangi beban dari original server. World-Record benchmark diraih oleh sebuah sistem yang tidak mempartisi 1 dari 9 tabel.
Banyak database dapat dipartisi lebih dari satu cara. Partisi khusus yang dipilih untuk implementasi haruslah yang benar-benar memenuhi keperluan dari SQL statement yang dijalankan oleh business services tier dan dirancang dalam bentuk yang memproduksi routing rules, aplikasi dapat digunakan untuk menentukan member server mana yang paling efective memproses setiap SQL statement. Business services tier harus mampu mencocokkan setiap lembar data pengguna dengan routing rules untuk menemukan member server yang akan memproses SQL statement.

Merancang Application Tier untuk Load Balancing
Performance yang tinggi dari business services tiers dirancang sebagai identical COM+ componen yang berjalan di atas application servers. Windows 2000 Load Balancing dapat mendistribusikan permintaan pengguna melalui business tier. Karena permintaan seorang pengguna dapat diproses pada application server mana saja, maka komponen-komponen business harus mempunyai beberapa metode untuk routing SQL statement ke member server yang tepat. Komponen business harus mampu mencocokkan nilai data yang diterima dari client dengan data routing rules untuk menentukan member server yang akan memproses permintaan.
Solusi yang paling fleksibel melibatkan penyimpanan routing rules dalam sebuah persistent store seperti active directoryTM service dalam windows 2000, atau tabel database. Komponen-komponen business menempatkan rules pada runtime dan menggunakan generic logic untuk membandingkan nilai data seorang pengguna dengan kunci data distribusi yang tersimpan dalam data routing rules. Mempartisi kembali member tabel tidak memerlukan perubahan aplikasi, hanya menyesuaikannya dengan routing rules.

Merancang sistem untuk High Availability
Data untuk sebuah web site besar atau internal OLTP system haruslah mempunyai reliabilitas yang tinggi. Data harus terus tersedia selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 52 minggu setahun. Dalam sebuah shared-nothing clustered application tier, kehilangan satu server dapat menurunkan performance dari sistem, tetapi tidak akan menghentikan sistem secara keseluruhan. Server yang sisa dalam cluster menyeimbangkan beban sampai penggantian server ditambahkan. Meskipun SQL Server 2000 tidak mendukung load balanced clustering jenis ini, namun ia mendukung microsoft cluster services failover clustering. Dalam failover clustering, setiap database server dibuat oleh dua atau empat physical servers yang tampak pada aplikasi sebagai viitual server tunggal. Jika primary server node fails, node lain mendeteksi kehilangan primary dan memulai melayani semua permintaan yang diberikan pada virtual server secara otomatis. Cluster terus berjalan hingga penggantian server dilakukan. Failover clustering membantu menyediakan availabilitas yang tinggi, namun tidak memberikan load balancing.

Backing Up dan Restoring Federated Database Servers
Kordinasi pemulihan member database perlu untuk menjamin sinkronisasi. SQL Server 2000 memerlukan kordinasi backup melalui member server. Backup dapat dilakukan pada setiap database secara terpisah tanpa campur tangan dari member database lainnya, sehingga backup tidak perlu disinkronisasi, tidak ada proses overhead untuk sinkronisasi dan tidak perlu melakukan blokade pada pekerjaan yang sedang berjalan. SQL Server 2000 mempunyai metode untuk menandai system log files secara simultan pada semua member database dengan sebuah point yang diberi nama pada suatu waktu dalam sebuah coordinated fashion. Dalam sebuah event dari catastrophic failure, semua member system dapat disimpan pada point yang sama dalam satu waktu, menjaga kesatuan transaksi dari federated system yang lengkap.

Penggunaan System Area Networks
SANs menghadirkan kecepatan yang tinggi, reliabilitas jaringan yang tinggi untuk clusters atau sekumpulan server. Sebuah multi-tier, sistem terdistribusi dapat mengenerate lalu lintas jaringan level tinggi antar server. Memperoleh performance yang tinggi dalam sebuah sistem akan mungkin jika kecepatan transmisi pesan cukup untuk meminimumkan waktu yang diperlukan server untuk memproses pesan dan menunggu balasan. Dibandingkan dengan Local Area Networks (LANs) atau Wide Area Networks (WANs), SANs mendukung level tinggi dari lalu lintas pesan dengan mengurangi beban CPU dan message latency. SANs juga lebih handal dari pada LANs atau WANs, dan diimplementasikan dalam sekumpulan atau clusters dari server-server yang lokasinya berdekatan, seperti dalam satu ruang komputer misalnya.
SANs merupakan pasangan yang sesuai dengan SQL Server 2000 untuk penggunaan berikut ini:
  • Application server yang membentuk business services tier dapat menggunakan SAN untuk melakukan komunikasi kecepatan tinggi dengan data services tier. Hal ini dilakukan jika application server dan database server ditempatkan pada lokasi fisik yang sama.
  • SQL Server 2000 servers dapat menggunakan SAN untuk meningkatkan performance dari distributed queries, distributed transactions dan data replication antara database servers pada lokasi yang sama.
Kesimpulan
Software scale-out merupakan sebuah architecture yang menawarkan scalability yang tidak terbatas pada aplikasi generasi yang akan datang dan secara signifikan mengurangi biaya investasi mula-mula maupun jangka panjang. Windows 2000 memperkenalkan software scale-out pada web dan application tiers, SQL Server 2000 memperkenalkan sebuah major installment dari software scale-out pada database tier yang pertama. Implementasi dari software scale out dalam SQL Server 2000 didasarkan pada distributed partitioned views, yang sesuai untuk generasi yang akan datang yaitu Windows DNA 2000 based e-commerce solutions. Aplikasi ini lebih mudah dipartisi dan cenderung mudah untuk di terapkan ada clustered environment.
Diantara industry-leading yang mendukung SMP servers dan implementasi dari software scale-out technology, SQL Server 2000 menawarkan lebih dari scalability yang cukup untuk beberapa customer application dari beberapa ukuran dan beberapa type. Windows 2000 dan SQL Server 2000 menandai sebuah permulaan dari era baru pada saat smallest business dan largest global enterprise mendapat keuntungan dari time-to-market leadership dan superior price/performance dari microsoft platform ketika merasa aman bahwa kebutuhan scalability masa depan telah ditemukan.
Arief Hamdani Gunawan, Penulis adalah engineer pada IT Solution Lab. TELKOMRisTI, R&D Center - PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Disclaimer: Isi diluar tanggung jawab Redaksi. (http://www.ristinet.com/)


Sabtu, 26 Juni 2010

Buat temen-temen yang mau file tentang materi pemrograman bisa diambil disini, ini semua bukan hasil harya sendiri melainkan kumpulan dari materi-materi yang pernah ane dapet di situs-situs komputer / IT lainnya. Thanks.. ^_^


Bahasa Pemrograman Visual Basic


  • Materi VB
  1. Pendahuluan.pdf
  2. Even dan properti.pdf
  3. Even dan menthot.pdf
  4. Data dan variable.pdf
  5. Operator.pdf
  6. Kondisi if.pdf
  7. Kontrol select.pdf
  8. Pengulangan.pdf
  9. Array.pdf
  10. Kontrol Array.pdf
  11. Penanganan Error.pdf
  12. Procedure.pdf
  13. Keyboard.pdf
  14. Drag drop.pdf
  15. Ole drag drop.pdf
  16. Matri VB.pdf
  17. Materi kelas VB
  18. Materi kelas VB Pengulangan
  19. Materi kelas VB dari awal s/d Array
  20. Materi Database VB
  • Latihan-Latihan VB
  1. Latihan latihannya 1-15 (Zip)
  2. Latihan tanggal 29 Sept (Zip)
  3. Latihan tanggal 5 Okt (Zip)
  4. Latihan tanggal 12 Okt (Zip)
  5. Latihan tanggal 14 Okt (Zip)
  6. Latihan tanggal 19 Okt (Zip)
  7. Latihan tanggal 21 Okt (Zip)
  8. Latihan tanggal 26+28 Okt (Zip)
  9. Jawaban MID VB
  10. Latihan Database 1 (9 desember)
  11. Aplikasi Perpustakaan (Kelas D3MI A) NEW
  12. Aplikasi swalayan (Kelas DEMI B) NEW
  13. Aplikasi Gaji Pegawai dan Pinjaman (Jawaban ujian UTS) HOT

Pemrograman II (Visual Basic)
  1. Materi Pertama 
  2. Program Praktek Visual II kelompok A
  3. Program Praktek Visual II kelompok B

Bahasa Pemrograman Borland Delphi
  • Materi
  1. Materi Delphi 7.0 (awal-akhir)
  2. Materi tambahan (pengulangan)
  • Praktek
  1. Praktik Latihan 1
  2. Latihan 2 tanggal 4 oktober
  3. Latihan 3 tanggal 6 oktober
  4. Latihan 4 tanggal 18 oktober
  5. Latihan 5 tanggal 20 oktober
  6. Latihan 6 tanggal 27 oktober
  7. Latihan 7 tanggal 1 november
  8. Latihan 8 tanggal 3 november
  9. Latihan 9 tanggal 3 november (baru)
  10. Aplikasi Kantinku (Kelas D3TI A)
  11. Aplikasi Tokoku (Kelas D3TI B)
  12. Aplikasi Client Server (kelas D3TI / V kel A)
  13. Aplikasi Client Server (kelas D3TI / V kel B)






Bahasa Pemrograman PHP (masih ngumpulin dulu)

jikalau ada linknya yang sudah tidak berfungsi, silahkan beritahu saya melalui halaman komentar ya...


Jumat, 18 Juni 2010

Sebuah Aplikasi yang baik dan kuat/robust application seminimal mungkin harus terhindar dari bug walaupun pastinya no body's perfect,dan satu hal lagi yang menjadi ukuran baiknya sebuah apllikasi adalah tidak memiliki kebocoran memory atau lebih dikenal dengan Memory Leak.saya coba mengulas sedikit apa itu memory leak (Memory Leak Detection).
Memory Leak adalah suatu keadaan dimana suatu blok memory yang dialokasikan tp tidak pernah di bebaskan oleh pihak yang bertanggung jawab(program),jika memory yang dialokasikan tidak dibebaskan dari memory,maka akan mengurangi ketersedian memori yang dapat digunakan oleh sistem operasi dan aplikasi lainnya, sehingga apabila terdapat dalam jumlah yang besar, dapat mempengaruhi kinerja sistem operasi dan aplikasi lainnya.


Contoh Memory Leak
Contoh Berikut kita akan membuat sebuah memory leak
hanya contoh:

  1. Procedure TForm1.Button1Click(Sender:TObject);
  2. var
  3. aObject:TObject;
  4. begin
  5. aObject:=TObject.Create;
  6. ShowMessage('an Object was created!');
  7. end;

kode diatas sudah benar dan berhasil dikompile dan ditutup dengan baik,program kelihatannya berjalan baik-baik saja.tetapi sebenarnya ada sebuah blok memory yang dialokasikan untuk aObject dan tidak pernah dibebaskan walaupun kita sudah menutup program nya.blok memory yang tidak terpakai ini dapat dibebaskan setelah komputer di restart atau dengan menggunakan software memory cleaner.

Bagaimana mendeteksi Memory Leak?
Untuk mendeteksi Meory leak kita bisa menggunakan tool seperti eurekaLog dll.
Sejak Delphi 2006 keatas delphi menggunakan FastMM sebagai default Memory Manager nya ,dan mempunyai fasilitas untuk melaporkan adanya memory leak yang terjadi ketika aplikasi di tutup.secara default fasilitas ini tidak diaktifkan,kita dapat mengaktifkannya dengan satu baris kode saja pada file .dpr di project kita.
contoh pada file .dpr project :

  1. begin
  2. ReportMemoryLeaksOnShutdown:=true;
  3. Application.Initialize;
  4. Application.MainFormOnTaskbar := True;
  5. Application.CreateForm(TForm1, Form1);
  6. Application.Run;
  7. end.
Dan compile kembali project tadi kemudian jalankan.setelah di tutup program tadi maka akan menampilkan laporan memory leak seperti berikut :

Fasilitas Laporan ini memang tidak menunjukan secara detail Unit,Procedure/Function,dan baris code dimana kesalahan tersebut terjadi.tetapi jika anda menggunakan produk komersial seperti eurekalog anda dijamin akan puas,tapi setidak nya lebih baik dari pada tidak sama sekali .
Jika anda Menggunakan Delphi 2006 kebawah anda bisa mendownload FastMM dan mengintregasikanya dengan delphi.

Semoga bermanfaat,Keep Spirit!

dikutip dari: http://fajardelphiscript.blogspot.com

Kamis, 27 Mei 2010

Ass. wr.wb... pagi yang indah saatnya buat beraktifitas kembali dengan penuh olahraga jemari dengan sang keyboard. heheheee....


Pagi ne ane ingin berbagi dikit ilmu neh tentang bagaimana membuat kalender / tanggal Hijriah, mungkin sudah artikel yang bekaitan dengan ini, setidaknya ingin mengingatkan kembali (mungkin file ilang kali yah...!!!! ^_^) okey sebelum kita mulai membuat tanggal hijriah menggunakan delphi, temen2 siepin segelas susu anget juga boleh asal gk usah tuaq ja yah (kalo tuaq manis juga boleh. ^_^)... Sudah siap dengan minuman dan cemilah, temen2 buka delphinya dan copy paste source dibawah ini ke form yang temen buat tadi :







Kalo sudah, dibawah ini ada sebuah function TglHijriah yang berfungsi merubah dari tanggal masehi ke tanggal Hijriah.

function TglHijriah(AValue: TDateTime; HijriDiff: integer=0): TDateTime;
var Y,M,D: word; Calculate,temp1,temp2,temp3: integer;
begin
DecodeDate(AValue, Y, M, D);
Inc(D,HijriDiff);
if ((Y>1582) or ((Y=1582) and (M>10)) or ((Y=1582) and (M=10) and (D>14))) then

Calculate:=Trunc((1461*(Y+4800+Trunc((M-14)/12)))/4)+Trunc((367*(M-2-12*(Trunc((M-14)/12))))/12)-Trunc((3*(Trunc((Y+4900+Trunc((M-14)/12))/100)))/4)+D-32075
else Calculate:=367*Y-Trunc((7*(Y+5001+Trunc((M-9)/7)))/4)+Trunc((275*M)/9)+D+1729777;temp1:=Calculate-1948440+10632;
temp2:=Trunc((temp1-1)/10631);
temp1:=temp1-10631*temp2+354;
temp3:=(Trunc((10985-temp1)/5316))*(Trunc((50*temp1)/17719))+(Trunc(temp1/5670))*(Trunc((43*temp1)/15238));
temp1:=temp1-(Trunc((30-temp3)/15))*(Trunc((17719*temp3)/50))-(Trunc(temp3/16))*(Trunc((15238*temp3)/43))+29;
M:=Trunc((24*temp1)/709);
D:=temp1-Trunc((709*M)/24);
Y:=30*temp2+temp3-30;
Result:=EncodeDate(Y,M,D);
end;


Setelah source code diatas dicopy di bawah implementation {$R *.dfm} kemudian dapa Form Show atau form create copy perintah dibawah ini :

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
var tgl:TDate; bln:String[14];
begin

Tgl:=TglHijriah(Now);

Label1.Caption:=FormatDateTime('DDDD, dd MMMM yyyy',Now)+' Masehi';

Label2.Caption:=FormatDateTime('dd MM yyyy',tgl)+' Hijriah';

Case StrToInt(FormatDateTime('MM',tgl)) of

1: bln:='Muharram';

2: bln:='Shafar';
3: bln:='Rabi’ul Awal';

4: bln:='Rabi’ul Akhir';

5: bln:='Jumadil Awal';
6: bln:='Jumadil Akhir';

7: bln:='Rajab';

8: bln:='Sya’ban';

9: bln:='Ramadhan';

10: bln:='Syawal';

11: bln:='Zulqaidah';

12: bln:='Zulhijjah';

End;
Label3.Caption:=FormatDateTime('dd ',tgl)+bln+FormatDateTime(' yyyy',tgl)+' Hijriah';

end;


Nah kalo udah selese yah tinggal dijalankan aja dah, pada label 1 menunjukkan tanggal Masehi, Label 2 dan 3 tanggal Hijriahnya.


Semoga bermanfaat buat temen2 yah..!!! ^_^
Source code dan Aplikasi bisa di download disini


Minggu, 09 Mei 2010

Beberapa Tips untuk Membuat Situs Web Menjadi Lebih ‘Populer’

Anda/organisasi Anda memiliki sebuah situs web yang contentnya cukup menarik namun pengunjungnya hanya sedikit? Atau meskipun pengunjung banyak namun mereka tidak terlalu banyak mengeksplor website Anda? Ataupun banyak pengunjung yang tidak betah di website Anda? Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Dan uniknya, seringkali yang dibutuhkan hanyalah ide-ide yang cukup sederhana dan mungkin tanpa perlu usaha yang terlalu berat.

Anda tidak perlu menjadi seorang yang super jenius atau super brilian untuk memunculkan ide-ide seperti itu., Anda cukup memiliki kepekaan terhadap dunia internet dan budaya yang ada di dalamnya. Sebagai seorang pengelola situs web yang baik Anda harus bisa menerima feedback dari para penjelajah situs Anda dan juga harus bisa melihat trend yang ada di dunia luar.



Melalui artikel ini dicoba dimunculkan beberapa ide-ide sederhana yang berasal dari berbagai sumber termasuk dari beberapa pakar web (web designer, web author, dan lain-lain) berdasarkan pengamatan terhadap para penjelajah internet maupun terhadap beberapa website yang ada.

Anda dapat memunculkan sendiri ide-ide brilian milik Anda, cukup dengan memperluas wawasan Anda terhadap trend, budaya, dan kemajuan teknologi yang ada di dalam ataupun di luar dunia internet. Lalu tuangkan saja ide Anda itu ke dalam website Anda dan lihat saja hasilnya setelah itu ambil feedback (masukan/kritik/saran/pujian) untuk penyempurnaan lebih lanjut.

Proses Loading Situs Web Harus Cepat

Terkadang suatu situs web yang memiliki content yang menarik ataupun yang memiliki desain yang indah, kurang mendapat perhatian dari penjelajah internet. Itu bisa terjadi bila situs tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk loadingnya (terutama masalah loading image) dan hal ini akan membuat pengunjung situs menjadi bosan.

Para pengguna internet menginginkan informasi yang tersaji dengan cepat. Bayangkan saja betapa bosannya seorang pengunjung web manakala harus menunggu relatif lama untuk dapat mendownload keseluruhan sebuah halaman web. Ia bisa saja mengklik tombol Stop untuk mematikan proses download halaman kemudian mematikan fasilitas auto load image dari browsernya atau malah pindah ke halaman lain yang lebih cepat.

Sepertinya hal tersebut sepele, namun bila tidak diantisipasi maka jerih payah Anda membangun suatu situs yang menarik dan indah akan menjadi usaha yang sia-sia. Karena kendala kecepatan akses inilah maka penerapan teknik desain cetak tradisional termasuk teknik interaktif multimedia pada situs Anda harus dipikirkan dengan matang.

Oleh karenanya, dalam membuat suatu situs perlu diperhatikan pembuatan desain web maupun grafis yang indah tapi dari segi ukuran file-filenya cukup kecil. Hal tersebut perlu dipikirkan untuk mengantisipasi para pengunjung situs yang koneksi internetnya tidak terlalu cepat.
Format file image yang efektif

Salah satu masalah yang berkaitan dengan hal tersebut adalah masalah file image. Dalam dunia web kita bisa melihat proses loading berbagai format file image. Dan diantara format-format yang ada, yang sering digunakan adalah format JPEG dan GIF.

Berkaitan dengan masalah ukuran file dan proses loading maka penggunaan format image yang tepat merupakan syarat utama :

1. Gunakan format GIF bila :

· Gambar Anda banyak berisi area kosong besar dan warnanya datar

· Anda ingin meyakinkan bahwa grafik Anda dapat diterima oleh semua browser dan platform

· Anda ingin membuat area di grafik menjadi transparan.

2. Gunakan format JPEG bila :

· Grafik Anda memiliki tonal yang bervariasi

· Grafik Anda adalah fotografi penuh warna
Buat beberapa versi dari situs Anda

Saat ini teknologi web berkembang dengan pesat, di satu sisi hal itu memacu para desainer web/web author untuk membuat halaman-halaman web yang semakin indah dan canggih. Namun di sisi lain, hal itu juga berarti kebutuhan kecepatan akses yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, bila Anda mendesain/membuat sebuah situs web dan jika server situs Anda masih memiliki sisa ruang yang cukup besar maka bisa dibuat beberapa versi situs. Misalnya situs versi A untuk pengunjung yang memiliki koneksi internet yang relatif cepat (bisa dilihat di bagian selanjutnya) dan situs versi B untuk pengunjung yang memiliki koneksi internet yang relatif lambat.

Contoh :

q Beberapa situs menyediakan versi HTML standar dan versi Shocked-nya yang membutuhkan plug-in tambahan dan tentunya kecepatan akses yang lebih cepat. Contoh situsnya adalah : www.fightthefuture.com

Gunakan Teknologi Web yang Semakin Canggih

Ada beberapa situs yang dibuat dengan menggunakan bantuan software-software canggih seperti Flash, Dreamweaver ataupun menggunakan teknologi Active X, Dynamic HTML, Java, JavaScript, dan lain-lain. Beberapa diantara situs-situs tersebut memang dimaksudkan untuk menunjukkan kepiawaian pengelola/desainer situs web memasukkan beragam teknologi tersebut ke dalam situs mereka dan ditujukan untuk pengunjung situs yang memiliki koneksi yang cepat ke internet.

Beberapa teknologi web

· Bahasa pemrograman Java yang merupakan sebuah bahasa pemrograman berbasis objek yang dapat diintegrasikan dengan file HTML melalui objek khusus yang disebut applet.

Beberapa keuntungan menggunakan Java :

- merupakan subset dari C++

- bisa dipakai ulang (reusable) dan berorientasi objek

- memungkinkan pembangunan situs yang interaktif

Beberapa kerugian/batasan dari penggunaan Java :

- Masih belum ada standardisasinya

- Masih belum dapat mensuport semua platform

Namun dengan dukungan dari beberapa pabrik browser besar seperti Netscape dan Microsoft maka penggunaan Java akan semakin maju.

Selain Java kita juga mengenal JavaScript, JavaScript merupakan bahasa scripting yang berbeda dengan Java walaupun memiliki struktur bahasa dan konsep eksekusi yang mirip.

Contoh penggunaan Java dan JavaScript : reminder, kalender, shopping cart, kalkulator, dan lain-lain

· Teknologi CGI yang merupakan mekanisme komunikasi interaktif client-server. Dengan menggunakan CGI maka pengunjung dapat melakukan interaksi dengan situs web secara interaktif. Script CGI dapat dibuat dengan menggunakan Perl, shell Unix, C, ataupun bahasa pemrograman lainnya.

Beberapa keunggulan CGI :

- relatif lebih cepat dari Java

- disupport oleh berbagai platform client dan server

- bisa digunakan oleh client yang menggunakan broser berbasis grafik (Netscape, IE dan lain-lain) ataupun yang berbasis text (lynx pada UNIX)

Kelemahan/batasan CGI :

- menghabiskan relatif lebih banyak waktu proses dibandingkan Java

Contoh penggunaan CGI : search engine, akses database, webmail, eCard, dan lain-lain.

· Teknologi shockwave dari Macromedia, membuat dokumen Director dapat dimainkan pada Web. Director telah biasa dipergunakan, setidak-tidaknya bagi para desainer aplikasi interaktif, yang dipercaya sebagai peranti penciptaan aplikasi multimedia yang mewah. Dengan menggunakan aplikasi Afterburner, programmer director dapat mengompres dan menciptakan dokumen Shockwave yang dapat dilihat dari berbagai browser yang telah diinstall Plug-In Shockwave.
Plug-in

Untuk dapat menikmati teknologi-teknologi web tersebut, tak jarang pengunjung situs harus memiliki plugins khusus untuk browser mereka. Sebagai contoh :

· Untuk menikmati situs-situs yang menggunakan Shockwave dan Flash dari Macromedia maka dibutuhkan plugin Shockwave dan Flash Player yang bisa didapatkan di www.macromedia.com/shockwave/download/

· File-file Real Audio / Video membutuhkan player yang bisa Anda dapatkan di www.real.com

· Untuk melihat/membaca file-file PDF kita bisa mendownload program Adobe Acrobat Reader dari situs Adobe (www.adobe.com/products/) yang tersedia gratis.
Tips

Situs yang baik juga akan menyediakan link bagi pengunjung situs menuju ke tempat download plugins yang dibutuhkan.

Proses loading dari situs-situs web tersebut biasanya memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan situs-situs yang ‘biasa’. Disarankan agar dibuat beberapa versi dari situs yang Anda buat seperti telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Berikan Sesuatu yang Gratis untuk Pengunjung Situs Anda

Mencari sesuatu yang gratis/dengan biaya murah merupakan suatu sifat dasar manusia yang tidak bisa dipungkiri. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk meningkatkan popularitas website Anda.

1. Membuat link khusus ke tempat-tempat yang memiliki sesuatu yang gratis.

Hal ini bisa dilakukan untuk membuat website kita lebih menarik tanpa harus membuat suatu produk tertentu. Anda terlebih dahulu harus menentukan barang-barang gratis macam apa yang ingin Anda tampilkan. Setelah itu cari situs yang menyediakan barang-barang tersebut lalu cantumkan alamat situs tersebut dalam situs web Anda. Sebaiknya untuk pencantuman link ini, Anda memberitahu pemilik situs tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Beberapa contoh barang gratis yang diminati penjelajah internet dan bisa Anda cari situs-situs penyedianya: Manual/On Line eBooks, poster, gambar/icon, music (mp3/midi), movie clip, CD, dan lain-lain.

2. Menyediakan sesuatu yang gratis dari website kita (contoh Intel, Oracle, Sun)

Beberapa situs di internet menawarkan barang-barang gratis milik/produksi mereka sendiri. Hal ini bisa dilakukan untuk media promosi dari suatu perusahaan/organisasi yang memiliki kemampuan keuangan yang sangat baik.

Sebagai contoh :

- Langganan CD Gratis yang bisa berisi shareware, info produk, dan lain-lain. Hal ini sudah dilakukan oleh Intel, Sun, dan lain-lain.

- Langganan Majalah gratis yang berkaitan dengan content situs yang dikelola. Sebagai contoh anda bisa mengunjungi Oracle Magazine (www.oramag.com)

- Katalog dari produk-produk yang ditawarkan. Contohnya adalah www.artrock.com

- Contoh (Sample) produk seperti komponen-komponen elektronik (transistor, op-amp, dan lain-lain), software evaluation version, dan lain-lain.

- Databook yang berguna untuk mencari referensi dari sebuah produk. Contohnya: Intel (www.intel.com) , mereka menyediakan berbagai data mengenai produk mereka seperti mikroprosesor, mikrokontroler, dan lain-lain yang digabung dalam beberapa buku (databook).

3. Sediakan layanan-layanan gratis yang dapat menarik pengunjung sekaligus sebagai media promosi. Ini berkaitan dengan teknologi web yang telah dibahas pada bagian sebelumnya. Contohnya adalah layanan electronics Cards gratis yang masing-masing cardnya bisa berisi link menuju situs Anda.

Buat Isi Homepage Anda Selalu Baru (Update)

Suatu situs web yang baik akan selalu menunjukkan aktivitas updating content yang baik. Dengan semakin seringnya content diperbaharui (ditambah, diganti, dikoreksi, diperiksa link-nya, dan lain-lain) menunjukkan kepada penjelajah situs bahwa memang situs anda adalah situs yang benar-benar terurus.

Hal seperti ini sangat direkomendasikan untuk situs-situs penyedia informasi di mana informasinya itu sering berkembang dalam rentang waktu yang singkat, seperti situs-situs majalah, koran, bursa, dan lain-lain.

Ada berbagai cara untuk melakukan proses update ini :

1. Secara manual : Anda update sendiri halaman-halaman web Anda dengan editor HTML yang ada, kemudian save dan upload

2. Secara otomatis : Anda bisa menggunakan teknologi web yang telah ada untuk mempermudah proses updating misalnya menggunakan CGI atau teknologi lainnya sehingga memudahkan pengelola situs untuk terus memperbaharui situsnya.

Menambahkan feature-feature yang menarik.

Dari berbagai teknologi web yang telah dikenal maka Anda dapat membuat suatu layanan/feature khusus dari situs web Anda yang dapat menarik perhatian pengunjung. Ide dasarnya adalah menarik pengunjung dengan fasilitas/layanan yang disediakan kemudian membuat mereka penasaran untuk mengeksplorasi lebih lanjut situs web kita.

Beberapa contoh layanan tersebut adalah eCard, search engine, discussion room, chat room, free hit counter, dan lain-lain.

Ada beberapa cara untuk membuat pengunjung tertarik dengan situs web kita:

- link dari search engine/situs lain diarahkan menuju halaman utama dari situs kita, sehingga memaksa pengunjung untuk mengeksplorasi situs kita lebih lanjut.

- link dari search engine/situs lain langsung diarahkan menuju halaman yang berisi fasilitas yang ditawarkan. Dan dari setiap layanan yang diberikan, pengunjung ‘dibujuk’ untuk melakukan eksplorasi lebih jauh. ‘Bujukan’ itu sendiri bisa berupa beberapa preview image yang menarik, banner, dan lain-lain.

Iklan Website.

Agar situs web Anda dapat dikenal maka Anda harus melakukan promosi mengenai web Anda. Ada banyak cara, diantaranya :

1. Daftarkan search engine yang paling banyak diakses (contoh : yahoo, altavista, infoseek, dan lain-lain).

2. Bisa juga melakukan promosi melalui produk, majalah, katalog, eCards, layanan webmail, banner, dan lain-lain.

3. Selain itu Anda bisa juga menggunakan sarana IRC jika memang diijinkan, memungkinkan, dan sesuai dengan isi/tema dari channel IRC tersebut.

Penutup

Contoh-contoh di atas merupakan beberapa contoh ide yang bisa dimunculkan untuk membuat web Anda lebih ‘populer’. Dan penulis yakin bahwa banyak di antara pembaca yang bisa memunculkan ide yang jauh lebih baik dan orisinil. Akhir kata, semoga Anda bisa bekarya dengan lebih baik lagi dan membuat dunia internet Indonesia lebih semarak.

Rachmat, Eric & Onno W. Purbo

Follow by Email

Daftar Kunjungan

sejak tanggal 11 agustus 2010

Date

dot_exe

Promosi dikit neh... ^_^

Jika anda ingin meningkatkan kinerja perusahaan atu tempat anda bekerja, saya penulis dapat memenuhi kebutuhan anda . baik atas nama kelompok (CV) atau perorangan:
penulis menyediakan softaware-software seperti:
1. Dinas pemerintahan / Swasta
2. Percetakan
3. Toko / swalayan
4. Dinas pendidikan
5. dll

software dapat berbentuk desktop atau model jaringan (client server).
Selain itu menerima pemesanan pembuatan Website baik yang pribadi maupun perusahaan.

bagi yang berminat dapat mengirim e-mail ke alamat dotexe.chili@gmail.com

Popular Posts

Daftar Komentar

temen-temenku